Interesting Case


Stumbled upon this interesting case/story while 9GAG-ing..
I can’t decide if it was ironic, karmic justice or whatever. Maybe you can decide it yourself.

Langsung ke kasusnya aja ya.
Translasi (paraphrase):

Pada tanggal 23 maret 1994, pemeriksa medis memeriksa jenazah Ronald Opus dan menyimpulkan bahwa ia meninggal karena luka tembak (shotgun) di kepala. Opus melompat dari puncak gedung berlantai sepuluh dengan maksud bunuh diri (dari suicide note yang ditinggalkannya), tepat saat ia jatuh melewati lantai sembilan usaha bunuh dirinya terganggu oleh ledakan shotgun dari jendela, yang secara instan membunuhnya. Baik sang penembak maupun korban tidak mengetahui bahwa terdapat safety net yang dipasang tepat di bawah lantai delapan untuk keamanan pekerja gedung (tidak jelas pekerja konstruksi atau apa, yang jelas mereka bekerja di bagian luar gedung sehingga memerlukan keamanan seperti itu-red), sehingga Ronald Opus tidak akan berhasil melaksanakan bunuh diri sesuai dengan rencananya yaitu lompat dari puncak gedung. Continue reading

Advertisements

Kasus Penembakan Tito Kei


Malam ini saya iseng mencari berita, kemudian nemu satu tentang penembakan Tito Kei. Cukup tertarik, korban kan sedang main kartu bersama tiga temannya dan permainan mereka ditonton oleh pemilik warung tempat mereka bermain. Namun yang menjadi korban kok Tito dengan pemilik warung? Menurut polisi yang menjadi target adalah Tito Kei, lalu kenapa si pemilik warung juga ditembak? Katakanlah pelaku membunuh pemilik warung karena telah menyaksikan aksinya. Lalu kenapa tiga teman lainnya tidak? Bukankah mereka juga sama-sama berada di TKP saat itu?

Kemungkinan kedua, pelaku hanya membunuh pemilik warung selain korban dikarenakan Ratim, pemilik warung, adalah satu-satunya orang disitu yang melihat wajah/mengetahui identitas pelaku. Tapi, menurut saksi, pelaku memakai jaket dan helm untuk menutupi identitasnya. Tidakkah aneh menurut kalian?

Well, saya sendiri tidak tahu kondisi TKP sebenarnya seperti apa karena mendapat informasi dari media. Tapi menurut saya dua poin di atas cukup aneh, dan perlu diperhatikan. Mungkin bisa berarti sesuatu atau tidak berarti sama sekali, saya hanyalah seorang amatir sodara-sodara.. 😀

Satu lagi, ketika mencari-cari informasi dari berbagai sumber saya malah mendapatkan informasi yang berkontradiksi. Satu pihak mengatakan bahwa Tito ditembak dari belakang telinga, menembus bagian bawah mata kanannya. Yang satu lagi mengatakan bahwa Tito ditembak dari depan, dari bagian bawah mata kanan menembus ke bagian belakang telinga. Mana yang bener nih? :3

Anyway, saya berharap media pers bisa lebih akurat dalam menyampaikan informasi. Karena walaupun kelihatannya sepele hal tersebut berakibat fatal jika dibiarkan begitu saja. Sekian, semoga pihak kepolisian bisa mengungkap tuntas kasus ini. Saya tidak sabar untuk mengetahui seperti apa kejadian yang sesungguhnya.. 😀

Kematian Tragis Istri Miliarder Inggris


Jasad istri dari salah satu pria terkaya Inggris terbaring membusuk selama dua bulan sebelum akhirnya ditemukan di rumah mereka di London, kata pengadilan Inggris Rabu lalu, dalam sebuah kasus yang menunjukkan betapa menghancurkannya efek penyalahgunaan narkoba.

Eva Rausing yang berkebangsaan Amerika adalah istri dari Hans Rausing, pewaris perusahaan pengepakan Tetra Pak. Hans Rausing kini menerima hukuman 10 bulan penjara oleh pengadilan London barat karena mencegah penguburan yang “layak dan sesuai hukum” buat istrinya yang berusia 48 tahun.

Pasangan itu tinggal di salah satu alamat paling eksklusif di London namun kemudian tenggelam dalam kekumuhan akibat kecanduan narkotika yang berakhir dengan kematian Eva akibat gagal jantung sebagai dampak dari obat-obatan tersebut, menurut pengadilan.

Jenazahnya ditemukan pada 9 Juli setelah polisi menghentikan Hans Rausing yang mengendarai mobilnya secara berbahaya dan masuk ke rumah enam lantai mereka di Cadogan Place, di daerah eksklusif ibu kota Inggris tersebut. Continue reading

Misteri Kematian Marilyn Monroe


Oleh ANTHONY McCARTNEY | Associated Press

Lima puluh tahun belum menyurutkan kecurigaan kelompok yang skeptis atas kematian Marilyn Monroe pada usia 36, tetapi ada kemajuan teknologi dalam dekade-dekade tersebut yang bisa mengubah hasil investigasi ulang kasus tersebut. Tentu saja jika kasus tersebut dibuka lagi.

DNA, pencatatan elektronik yang lebih canggih, bank data obat-obatan serta kemajuan teknologi lain bisa membantu para penyelidik untuk mendapat informasi lebih dari yang mereka dapatkan pada 5 Agustus 1962, saat kematian Marilyn Monroe, tepat 50 tahun lalu.

Apakah alat-alat itu bisa merujuk ke kesimpulan yang berbeda masih menjadi pertanyaan. Saat ini, kesimpulan akhir kematian Monroe adalah keracunan barbiturat akibat bunuh diri.

“Kabar baiknya adalah kita sudah lebih maju dari 50 tahun lalu,” kata Max Houck, konsultan forensik dan penulis “The Science of Crime Scenes.” “Kabar buruknya, kita masih berusaha menaruh teknologi ini dalam konteks yang sesuai,” kata dia.
Continue reading

The Dancing Man Code


Di bawah ini ada beberapa kode. Ada yang tahu ini kode apa? Kalian pernah denger yang namanya gambar orang menari? Yap, bagi kalian yang penggemar sherlock holmes pasti tau, gambar di bawah adalah sebuah kode yang muncul di novel the return of sherlock holmes. Menurut cerita di novelnya,  The dancing man code, atau gambar orang menari, adalah sebuah kode yang diciptakan oleh pemimpin Sebuah geng di Amerika yang bernama Joint.

Kasus yang berkaitan dengan kode ini dimulai ketika Holmes mendapat surat dari Mr. Hilton Cubitt yang berisikan kode misterius itu. Mr. Hilton yang kemudian berkunjung ke apartemen Holmes kemudian menjelaskan bahwa akhir-akhir ini di beberapa bagian rumahnya terdapat coretan berbentuk manusia, awalnya ia kira itu hanya ulah iseng anak kecil, namun ternyata tidak demikian. Istrinya, Elsie, begitu menyadari adanya coretan tersebut mulai bersikap was-was dan khawatir akan sesuatu yang sangat berbahaya.

Holmes pun bersedia menangani kasus ini, asalkan Mr. Cubitt mengirimkan lagi gambar-gambar tersebut jika di kemudian hari ada coretan baru.

Continue reading