Teka teki Detektif (38)


Kasus kali ini merupakan kiriman Kemal (Zaoldieck). Dan seperti biasa, saya membuat sedikit perubahan, yaitu ditambahkannya tokoh Inspektur Roland dan Detektif Henry yang akan terus tampil di kasus kasus selanjutnya sebagai trademark blog Black or White. Penyajian kasus berikutnya akan saya usahakan berbentuk cerita pendek, sama seperti kasus kali ini. Untuk Kemal, saya lupa mencantumkan di atas, dying message saya ganti hehe.. Meski begitu konsep tokoh (korban, tersangka) tetap saya pertahankan. Sekian, selamat menikmati.. ^^

Di musim gugur ini hujan sering kali turun, membuat semangat orang-orang menjadi hilang. Namun berbeda dengan Albert Stanley, di apartemennya yang sederhana, sang jenius di bidang matematika ini tetap bersemangat menggeluti formula/rumus baru yang ia temukan. Albert tidak menyadari, bahwa dibalik semangatnya yang menggebu-gebu tersebut ia tengah diintai sebuah sosok, sosok yang berniat mengakhiri kehidupannya di dunia. Continue reading

Case Closed : Teka teki Detektif (37)


Akhirnya, cerita pengungkapan kasus oleh Inspektur Roland telah selesai. Kini readers bisa melihat analisis kasus oleh Inspektur Roland dan membandingkannya dengan analisis readers sendiri. Menurut saya sendiri pemecahan kasus dalam cerita ini tidak sistematis. Maaf, saya kurang sering menulis pemecahan kasus dalam bentuk cerita. Jika ada kekurangan saya mohon kritiknya. Meskipun ada kekurangan dalam penyampaian pemecahan kasus, kebenaran kasus tetap seperti dalam cerita ini. Jika readers bisa merangkum maksudnya, readers pasti paham. Untuk yang belum mencoba teka-tekinya silahkan klik disini https://inurhadi.wordpress.com/2013/06/01/teka-teki-detektif-37/

Silahkan membaca, tunggu kasus selanjutnya.. 😀

 

Inspektur Roland memasukan handphone ke saku mantelnya. Segalanya sudah beres, surat penangkapan sedang diurus Detektif Henry sesegera mungkin. Tinggal satu hal lagi, mempermudah proses penangkapan. Dan Inspektur tahu betul harus berbuat apa. Ia berbalik, lalu berjalan kembali menuju rumah yang baru saja ia kunjungi.

Lima belas menit kemudian tiga mobil polisi tiba di depan rumah Antoni McMillan. Detektif Henry dan dua petugas polisi berjalan ke pintu masuk, sementara dua petugas polisi lainnya berjaga-jaga. Pintu rumah terbuka, Inspektur Roland menahan pintu sambil mempersilahkan seseorang untuk keluar. Continue reading