Teka teki Detektif (37)


Kasus ini milik Adhy 007, sebenarnya sudah sangat lama dikirim oleh Adhy namun baru sekarang saya bisa post-kan. Dalam kasus yang saya postkan, banyak dilakukan perubahan situasi, bahkan pelaku saya ganti (maaf Adhy). Semata-mata diganti untuk membuat kasus lebih rumit namun mudah jika kalian semua melihat fakta-fakta penting yang tersebar di keseluruhan cerita. Sekali lagi kasus dan tokoh milik Adhy 007, trik pembunuhan asli punya saya. ^^

Inspektur Roland sedang memeriksa beberapa dokumen di ruang kerjanya saat salah satu bawahannya, Detektif Henry, mengetuk pintu untuk melapor. “Inspektur, ada pembunuhan”

Malam-malam begini? Pikir Inspektur. Gugurlah rencananya menghabiskan waktu bersama keluarganya esok hari, sejak ia menjadi polisi jarang sekali bisa bersantai di tanggal merah.

“Kirim beberapa penyidik kesana. Lalu jangan lupa hubungi petugas forensik, aku segera menyusul” perintah Inspektur Roland. “Baik Inspektur” Jawab Detektif Henry

Pukul 22.00, Inspektur Roland dan beberapa penyidik, juga petugas forensik tiba di tempat kejadian. Korban bernama Antoni McMillan (60 tahun). Seorang penulis buku yang terkenal. Korban ditusuk pada leher bagian belakang. Berdasarkan titik tikaman pisau, korban diperkirakan mati seketika. Pada saat itu diperkirakan korban sedang menulis salah satu novel yang sedang digarapnya, tentunya di ruang kerjanya sendiri. Korban ditemukan sekitar pukul 21.30, dan waktu kematian hanya berselang beberapa menit sebelumnya. Saat ditemukan, korban terlihat seperti sedang tidur, kepalanya berada di atas keyboard laptopnya. Dalam layar terlihat sebuah rangkaian huruf tidak beratur.

y7665bbb

Senjata pembunuhnya berupa pisau pembuka surat milik korban, yang pada saat itu tergeletak diantara tumpukan surat di atas meja samping korban. Ruang kerja korban berantakan, memberi kesan bahwa sang pembunuh mencari sesuatu di ruang kerja tersebut. Brankas rahasia mungkin, atau barang berharga, siapa tahu. Jendela di ruang kerja yang menghadap ke pekarangan berada dalam keadaan terbuka. Kacanya dipecahkan, namun bukan dari luar, karena dari dalam tidak terdapat pecahan kaca.

Korban tinggal bersama lima anggota keluarga, istrinya Marya, dua anak laki-laki Carlos dan Brian, dan dua anak perempuan Anna dan Lista. Sementara Detektif Henry meminta pernyataan dari kelima penghuni rumah tersebut, Inspektur Roland berkeliling ke tiap ruangan rumah.

Pertama yaitu ruang tengah, ruangannya cukup besar, terdapat satu set sofa berwarna hijau di tengah ruangan dengan sebuah rak buku kecil di sampingnya, dua buah lemari berisi pernak pernik dari cina, dan satu set home teater. Inspektur menggigil kedinginan, rupanya jendela yang menghadap ke jalan dalam keadaan terbuka. Ketika ia hendak menutupnya ia menyadari adanya beberapa bekas congkel paksa di kusen bagian luar jendela tersebut. Bekas congkelan terlihat di bagian bawah dan samping kusen, sepertinya siapapun yang mencongkel jendela tersebut agak kesulitan melakukannya.

Inspektur Roland menyuruh tim forensik untuk mengumpulkan bukti dari jendela yang dicongkel tersebut, ia kemudian masuk ke ruang baca. Ruangannya tidak terlalu besar, terdapat lima buah lemari yang menampung ratusan buku di dalamnya. Tak heran, mengingat korban adalah seorang penulis. Ruangan tersebut dirancang semata-mata untuk membaca hampir sama dengan ruang kerja korban. Interiornya tidak terlalu mencolok dan memberikan kesan tenang, dindingnya dilapisi soundproof , bahkan terdapat perapian ala eropa yang membuat udara luar yang dingin tidak terasa.

Merasa cukup menyelidiki Inspektur Roland beralih ke dapur. Terlihat beberapa bumbu penyedap rasa, potongan wortel, kentang, seledri, dan filet ayam dalam mangkok terpisah, juga beberapa sayuran lain yang kelihatannya belum sempat dipotong. Sebuah panci masih berada di atas kompor. Panci tersebut berisi kaldu ayam yang sekarang agak mengental karena terlalu lama didiamkan. Inspektur Roland teringat akan masakan istrinya, yang entah mengapa selalu terasa lezat di lidahnya.

Selanjutnya Inspektur Roland masuk ke sebuah kamar, dan dikejutkan oleh kehadiran seorang gadis muda yang duduk di ujung kasurnya. Gadis tersebut sedang menonton tivi, namun pandangannya kosong. Inspektur Roland kemudian segera meminta maaf karena masuk kamar secara tiba-tiba. Gadis tersebut memaafkan secara sambil lalu tanpa memerdulikan keberadaan sang tamu tak diundang, Inspektur pun segera keluar dari kamar tersebut dengan perasaan tak enak. Mungkin sebaiknya aku tidak masuk kamar orang lain sembarangan lagi, nanti akan kusuruh tim forensik menyelidikinya. Pikirnya, sehingga akhirnya ruangan terakhir yang dikunjungi Inspektur adalah kamar mandi.

Inspektur Roland percaya bahwa petunjuk bisa didapatkan di setiap tempat asal sang penyidik benar-benar berusaha mencarinya. Oleh karena itu, kamar mandi pun takkan luput dari pengamatannya. Lantainya masih basah, dan terlihat bekas percikan shower di dinding, berarti salah seorang penghuni rumah tengah mandi saat korban ditemukan. Satu fakta menarik yang didapat Inspektur Roland, yaitu adanya bekas hangus pada bagian samping bathtube.

Merasa cukup, Inspektur kemudian mendatangi Detektif Henry yang kelihatannya telah selesai mencatat pernyataan penghuni rumah.

“Bagaimana pernyataan dari penghuni rumah?”

“Singkatnya tiap penghuni rumah sedang melakukan kegiatan masing-masing sekitar waktu terbunuhnya korban. Sang istri, Marya, sedang menyiapkan sup untuk suaminya di dapur. Carlos sedang membaca buku-buku medis di kamarnya, dia seorang mahasiswa kedokteran. Anna sedang menonton tivi di kamarnya, gadis malang. Lista berada di ruang baca, membaca beberapa buku. Dan Brian sedang, “

“Mandi.” sela Inspektur

“Well, tepat seperti yang anda katakan sir.” Detektif Henry terheran-heran

“Lalu apakah di rumah ini listrik sempat mati?” Tanya Inspektur

“Wow, anda memang selalu mengejutkan saya sir. Benar, kira-kira pukul 21.18 listrik sempat mati selama sepuluh menit atau lebih.” Detektif Henry sebenarnya penasaran darimana atasannya tahu bahwa listrik sempat mati di rumah tersebut, namun ia tak sampai hati untuk bertanya.

“Dilihat dari bukti yang ada kelihatannya pelakunya adalah orang luar. Apakah ada pernyataan penghuni rumah yang mendukung teori ini?” Tanya Inspektur

“Sepertinya begitu Inspektur, bukti tersebut memang didukung beberapa pernyataan penghuni rumah. Semuanya sudah saya catat, akan saya bacakan jika anda ingin tahu rinciannya.”

“Tidak usah, berikan saja catatannya padaku. Kau pergilah keluar, tanya para tetangga. Mungkin ada yang melihat orang mencurigakan berkeliaran di sekitar rumah korban saat kejadian. Mengerti?”

“Mengerti, Inspektur.”

Detektif Henry pun bergegas menjalankan perintah atasannya. Sementara itu Inspektur Roland membaca pernyataan dari tiap penghuni rumah.

Marya McMillan, Istri korban (52 tahun). Menikah dengan korban selama 17 tahun. Pada saat menikah, Marya merupakan janda tiga orang anak. Anak hasil pernikahannya yang lama ialah Carlos, Brian, dan Lista. Sedangkan dari pernikahannya dengan korban, ia dikaruniai seorang anak, yaitu Anna. Meskipun demikian hubungan keempat anak tersebut sangat harmonis, tidak terlihat kesenjangan diantara mereka. Pada  pukul 21.05 Marya  pergi ke dapur untuk mempersiapkan sup untuk suaminya. Kira kira 15 menit kemudian listrik rumah mati. Berselang 5 menit terdengar suara Lista yang meminta tolong agar Marya mengecek sekring rumah, Lista berkata mungkin mati listrik dikarenakan korsleting alat elektronik. Marya pun mengambil senter dan berjalan menuju sekring yang berada di luar rumah. Ternyata rumah yang gelap bukan hanya rumahnya saja, listrik di rumah tentangganya pun sama-sama mati. Merasa sia-sia, Marya kembali masuk ke rumah. Dan beruntungnya 2 menit kemudian listrik kembali menyala, selang beberapa detik terdengar suara pecahan kaca. Dia pergi ke ruang tengah, bertemu dengan keempat orang anaknya. Kemudian mereka curiga karena Antoni sama sekali tidak terlihat, dan tidak terdengar sama sekali suaranya. Mereka pun mengetuk pintu ruang kerja korban, karena tidak ada jawaban mereka masuk (pintu tidak terkunci) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Carlos McMillan ( 28 Tahun), Anak pertama dari Marya atau anak tiri korban. Seorang Mahasiswa Kedokteran di sebuah universitas. Dari pukul 21.00 Carlos mengurung diri di kamar, membaca buku-buku medis. Saat listrik mati ia masih membaca di kamarnya, dan karena tidak ada yang bisa dilakukan ia tiduran selama beberapa menit. Ia terbangun karena mendengar suara pecahan kaca, dan ia pun keluar dari kamar dengan segera. Di ruang tengah ia bertemu penghuni rumah lain, namun ayahnya sama sekali tidak terlihat. Merasa curiga, Carlos dan penghuni rumah yang lain ingin memastikan keadaan korban. Namun naas, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Lista McMillan ( 26 Tahun ), Anak kedua Marya dari pernikahannya yang lama. Seorang mahasiswi sastra Inggris. Lista membaca literatur sastra inggris di ruang baca dari pukul 21.12 dan ia tidak keluar ruangan tersebut sampai terdengar suara pecahan kaca. Listrik mati kira-kira saat ia baru membaca beberapa halaman awal sebuah buku karya shakespeare. Kira-kira lima menit kemudian ia berteriak untuk meminta tolong ibunya mengecek sekring rumah. Ketika menunggu listrik menyala ia mendengar suara langkah kaki di ruang tengah, namun ia berasumsi bahwa itu itu adalah langkah kaki salah satu saudaranya. Lista keluar dari ruang baca setelah terdengar suara pecahan kaca. Kemudian ia dan anggota keluarga yang lain mengecek kondisi ayahnya di ruang kerja.

Brian McMillan ( 24 Tahun ), Anak ketiga Marya dari pernikahannya yang lama. Seorang pengangguran yang sangat suka berfoya – foya. Hampir tiap malam ia keluar entah kemana. Namun malam itu ia sedang berada di rumah, mandi di kamar mandi. Ia masuk ke kamar mandi kira-kira pukul 21.15, dan selang beberapa menit kemudian listrik mati. Tanpa memerdulikan matinya listrik ia melanjutkan membersihkan badannya, hingga akhirnya listrik menyala kembali dan terdengar suara pecahan kaca. Ia pun keluar dari kamar mandi, bertemu dengan anggota keluarga yang lain dan kemudian mengecek keadaan ayahnya yang ternyata sudah kehilangan nyawa.

Anna McMillan (16 tahun), Anak bungsu Marya dan anak pertama dari pernikahannya dengan Antoni. Ia masih duduk di bangku SMA. Ia terus berada di dalam kamarnya, menonton tivi, dan baru keluar ketika terdengar suara pecahan kaca. Anna tidak memberikan banyak keterangan, namun ia satu-satunya penghuni rumah yang tidak memasuki ruang kerja untuk memastikan keadaan korban.

Inspektur merasa pernyataan dari penghuni rumah kurang cukup, sehingga ia harus menggali informasi lebih dalam. Ia menanyai kembali tiap anggota keluarga, diawali dengan Lista.

Lista yang saat itu memakai t-shirt dilapisi blazer lengan panjang, dengan scarf menggantung di pundaknya mengatakan bahwa tidak ada kejadian lain yang ia ingat. Semua yang ia ingat telah ia katakan kepada Detektif yang menanyainya tadi. Inspektur Roland tidak berputus asa, dia terus mendesak Lista untuk mengingat sesuatu yang barangkali dilupakannya. Lista kemudian bersikap defensif. Inspektur kemudian menanyakan sesuatu, yang sama sekali tidak berhubungan dengan kasus.

“Malam ini dingin sekali, bukan begitu?”

Lista yang keheranan, menjawab dengan ragu. “Ya, memang. Mendekati musim dingin pasti udara sedingin ini.”

“Ya, tak heran anda memakai pakaian seperti itu.”

“Tentu saja, kita harus selalu siap sedia.”

Inspektur berterimakasih pada Lista dan melanjutkan bertanya pada anggota keluarga lain.

Brian masih menggunakan bathrobe saat Inspektur Roland menanyainya. Rupanya belum ada waktu bagi Brian untuk berpakaian terlebih dahulu. Brian mengatakan bahwa ia sudah menceritakan semua hal yang diingatnya kepada Detektif Henry, namun Inspektur Roland punya pertanyaan lain.

“Ceritakan padaku, Brian, adakah insiden yang terjadi saat kau mandi?”

“Maksud anda? Saya sudah menceritakan semua pada Detektif yang tadi, saya kira tidak ada.”

“Sesuatu yang jatuh mungkin?” Tanya Inspektur dengan pandangan menusuk

“Oooh, itu. Maaf Inspektur, saya tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu namun saya kira itu tidak berhubungan dengan kasus yang terjadi.”

“Biarlah kami yang menentukan mana yang berhubungan, mana yang tidak.”

“Okay.  Saya menjatuhkan pencukur kumis otomatis ke dalam bath-tube, dan sesaat kemudian listrik mati. Apa itu cukup, Inspektur?”

“Ya, terima kasih Brian.”

Masih ada tiga anggota keluarga yang belum ia tanyai, namun ketika ia hendak menanyai Marya. Seorang gadis mendekatinya, gadis yang kamarnya ia masuki tadi, Anna.

“Anda petugas kepolisian bukan?”

“Ya, saya Inspektur Roland. Ada sesuatu yang ingin anda katakan?”

“Ya, saya baru mengingatnya tadi. Sesaat sebelum listrik mati saya mendengar suara sesuatu terbuka dan kemudian langkah kaki seseorang di ruang tengah. Saya penasaran namun tidak berani mengintip, jadi saya hanya mendengarkan di balik daun pintu. Kemudian terdengar suara ketukan khas, saya lupa bunyinya seperti apa, namun ketukannya tidak sembarangan. Beberapa saat kemudian barulah listrik rumah mati.”

“Hmm, menarik. Terimakasih atas infonya, nona.”

Anna mengangguk sedikit, lalu kembali memasuki kamarnya. Beberapa saat kemudian Detektif Henry datang melapor.

“Inspektur, saya sudah mengumpulkan keterangan dari para tetangga. Beberapa diantaranya melihat siluet seseorang di pekarangan depan rumah korban. Teori bahwa pelakunya orang luar sepertinya cocok.”

“Baiklah, kirimkan laporannya ke mejaku besok. Kukira penyelidikan malam ini sudah cukup. Dan satu lagi, hubungi petugas power plant (di Indonesia PLN) apakah ada pemadaman listrik di daerah sekitar sini pada waktu kejadian.”

“Baik Inspektur”

10 Oktober 2012

Inspektur Roland sedang membaca laporan penyelidikan kemarin malam. Sebenarnya ia ingin mengeluh, kenapa di tanggal merah ia harus repot membaca laporan penyelidikan kasus pembunuhan. Tapi itulah takdirnya menjadi seorang petugas penegak hukum, bagaimanapun ia harus ikhlas menerimanya.

“Selamat pagi, sir. Saya membawa laporan dari pihak power plant.” Rupanya Detektif Henry yang datang melapor

“Masuk. Jadi bagaimana?”

“Manurut pihak mereka, malam itu tidak diadakan pemadaman bergilir di daerah tersebut. Namun sekitar pukul 21.25, terjadi kerusakan mesin pembangkit listrik yang menyalurkan listrik ke sekitar daerah tempat tinggal korban. Tapi pihak power plant sendiri langsung menyelesaikan masalah tersebut lima menit kemudian, sehingga sekitar pukul 21.30 listrik kembali menyala.”

“Apakah ada tanda-tanda kerusakan tersebut disengaja?”

“Hal itu mustahil sir. Yang berada disana semuanya petugas power plant dan di seluruh sudut dipasangi security video yang tidak menangkap adanya pengrusakan yang disengaja.”

Jadi pelakunya memang benar-benar beruntung. Pikir Inspektur.

“Adakah barang yang hilang dari rumah korban? Atau uang barangkali?”

“Hal tersebut belum pasti, sir, karena hanya korban yang mengetahui barang apa saja yang ada dalam ruang kerjanya. Penghuni rumah yang lain jarang sekali masuk ke dalam ruangan tersebut.”

Inspektur mengangguk. “Henry, kalau tidak salah kemarin malam kau bilang sesuatu tentang gadis malang. Apa maksudnya?”

“Oh, itu tentang Anna sir. Dia menderita kanker otak, sudah mencapai stadium yang cukup parah. Carlos bilang jika dia dirawat secara intensif lebih awal, Anna tidak akan separah sekarang.”

“Bukankah ayahnya penulis terkenal, dia tentunya punya banyak uang. Apa dia tidak mengurus darah dagingnya sendiri?”

“Well, Uangnya memang banyak di bank, namun dia sangat pelit. Menurut istrinya belakang bukunya sudah tidak laku lagi. Hal tersebut membuat perilakunya mudah tersinggung dan mudah marah. Pernah suatu ketika Lista memohon ayahnya agar Anna dirawat secara intensif, namun Antoni menjadi marah. Ia bahkan memaki-maki Carlos, dia bilang buat apa membiaya anaknya mahal-mahal di bidang kedokteran kalau Carlos sendiri tidak bisa melakukan apa-apa pada adiknya itu.”

Inspektur terdiam sebentar, lalu angkat bicara. “Baiklah, hubungi aku jika ada perkembangan lebih lanjut.”

“Baik sir.”

11 Oktober 2012

Tidak ada perkembangan apa pun yang muncul ke permukaan. Harapan yang dimiliki Inspektur lama-kelamaan hilang. Mungkin ada baiknya jika ia mengunjungi kembali tempat kejadian. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah korban, dengan alasan untuk meminta tanda tangan pihak keluarga pada dokumen autopsi.

Setibanya disana sang Inspektur pun berbasa basi, kemudian mengamati keadaan rumah selagi Marya menandatangani dokumen yang dibawanya. Tak banyak hal yang ia dapatkan, sepertinya harapan yang ia taruh tidak sesuai dengan kenyataan yang ia dapat. Karena tidak ada alasan lain baginya untuk berada disana, Inspektur berpamitan ketika Marya telah selesai menandatangani dokumen.

Saat ia hendak keluar melalui pintu rumah ia berpapasan dengan Brian yang masuk sambil membawa sebuah paket. Inspektur menjadi penasaran, lalu bertanya.

“Paket untukmu Brian? Jangan bilang isinya pencukur kumis otomatis yang baru?” Tanya Inspektur

“Wah, anda memang polisi yang handal. Ya, saya langsung memesannya kemarin. Anda lihat saja rambut di muka saya, benar-benar harus segera dipangkas bukan?” jawab Brian sambil menunjuk bakal jenggot dan kumisnya yang berantakan.

Inspektur tertawa ringan lalu berpamitan kepada Brian. Inspektur Roland berjalan beberapa meter dari rumah tersebut, kemudian menelepon Detektif Henry.

“Halo, Detektif Henry.”

“Henry, ini Inspektur. Segera siapkan surat perintah penahanan, aku tahu siapa pelakunya.”

 

71 comments on “Teka teki Detektif (37)

  1. Lista kah pelakunya?
    karena di ruang baca udara dingin tidak terlalu terasa sehingga aneh jika ia memakai pakaian anti dingin seperti itu yang menunjukkan ia tidak sedang berada di ruang baca.

    Like

  2. Pelakunya Lista ya fan?
    Dari alibinya sudah aneh. Pertama dia pake pakaian hangat, padahal di ruang baca tidak terlalu dingin. Ruangan yang dingin ada di ruang tengah, jadi asumsinya Lista pernah ke ruang tengah. Terus tempat waktu dia membaca literatur.. soundproff. Jadi teriakan kepada ibunya pasti tidak akan terdengar kalau dia teriak, sedangkan ibunya mendengar teriakan itu. Berarti Lista berada di luar ruang baca ketika dia teriak, lalu bukti selanjutnya bahwa Lista ga ada di ruangan baca ketika kejadian adalah dia mendengar suara langkah kaki, dan suara kaca pecah. Kalau ada di ruang baca, pastinya dia tidak mendengar hal itu.

    Like

    • Hehe, ada Faris..😀
      Kesimpulannya logis, namun baru menunjukan satu hal.. Lista berbohong, tapi tidak berarti dia pembunuhnya bukan?
      juga peristiwa aneh lain belum ada penjelasannya. Ayo Ris, masih banyak yang belum terungkap.. ^^

      Like

  3. halooo….salam kenal😀
    kalo menurut analisisku siih…Lista pelakunya. setuju sma yg dibilang mas faris, kalo lista sebenernya bohong. kalo lista ada di ruang baca yg soundproof seharusnya ibunya g bisa dengar lista minta tolong utk mngcek sekring, apalagi dengar langkah kaki orang d ruang tengah sma pecahan kaca.
    jadi, menurutku yg dikatakan ibunya (marya), saat dia masih di dapur sblum mati lampu, ada suara pintu terbuka, lalu langkah kaki di ruang tamu, dan suara ketukan, itu sebenarnya Lista, tp sayang ibunya g mcoba liat.
    Nah…sblum mati lampu itu Lista kaluar dr ruang baca mnuju ruang tengah lalu ke ruang kerja ayahnya (Antoni), saat akan masuk, terjd mati lampu, lalu dia teriak mnyuruh ibunya utk mngcek sekringny, ini bnar2 kesempatan buat mmbunuh ayahnya dng cara mnusuk leher belakang pakai pisau dan mngobrak abrik ruangan kerja ayahnya utk mencari bnda berharga atau uang mungkin. krn listrik kburu mnyala, dia g mungkin keluar lewat pintu krn bisa langsung ketahuan kalau dia yg mmbunuh. jd dia mmecah kaca jendela ruang kerja ayahnya lalu keluar dan lari lwt samping rumahnya, dan masuk lwt jendela ruang tengah dengan cara mencongkel kusen jendelanya. krn jendela ruang tngah dkat dng ruang baca, jd saat masuk k dlm rumah solah2 dia baru keluar dari ruang baca lalu brgabung sma keluargany.
    jadi pelakunya Lista….

    maap deeh kalo trnyata salah😀

    Like

    • Hehe, analisisnya tersusun rapi..😀
      ada satu pertanyaan dari saya, jika kamu berada di dalam ruangan, mau keluar lewat jendela. Apa yang akan kamu lakukan?
      Kita lihat jawabannya minggu depan ya, takut masih ada yang mau coba jawab..😀

      Like

      • kalo ak di dlm ruangan, mau keluar lewat jendela yaa…buka jendela trus lompat keluar..:D
        trus ngapain mesti mecahin kaca yaa?? hehee…
        hmmm…blum ada ide lain..

        Like

  4. Saya tambahkan beberapa hint :
    1. Waktu kematian korban sekitar pukul 21.22 – 21.27
    2. Pada saat Marya mendengar pecahan kaca, lalu pergi ke ruang tengah semua anak – anaknya masing-masing berada di depan pintu ruangan (di ruang tengah) yang didiami mereka
    3. Adakah seorang penyusup yg masuk?

    Like

  5. fan.. still remember me??
    akhirnya muncul lagi kamu.. aku dapet emailmu langsung ga sabr buka.. tapi baru sempet sekarang.. hehe..
    aku baca dulu yah boss.. hehe..

    Like

  6. misi gan numpang ngasih pemikirian ane

    kyknya lista pelakunya….
    soalnya kata anna ada hentakan kaki yang teratur…..biasanya kan cmn cewe yg kyk gitu…. trs menurut gw lista itu awalnya udh memperkirakan bakal mati lampu dan kyknya memang ada bantuan org luar trus dia jalan pas lewat kamar anna… dia mulai baca wakktu 21.12 mati lampu 21.18 dn ktnya mati lampunya sekitar 10 mnit ato lbih… kta marya sekitar 5mnit adalah wktu yg pas buat jalan dulu ke ruang kerja dan wktu 21.17 siap2 mati lampu marya lgsung triak dan mungkin kode ygvditinggalkan si korban ada hubungannya dengan sastra secara si korban kan penulis pasti berwawasan luas dan karena panik si lista langsung pecahin jendela lalu larike ruang tengah untuk berkumpul bareng keluarganya

    Like

    • hmm, saya terima analisisnya.
      tapi saya punya pertanyaan, menurut analisis kamu lista tahu bakal ada mati lampu. dari mana dia tahu?
      Terus dari waktu dia teriak minta sekring dicek, ada jeda waktu sekitar 5 menit yg kosong. Apa yg dia lakukan?
      Kenapa dia panik? dia kan punya jeda waktu lima menit yang lumayan panjang..

      Like

  7. mungkin Inspektur Roland tahu di rumah itu ada mati listrik krn dia mnemukan ada sesuatu yg hangus di pinggir bathtube, dan itu lalu diketahui kalo brian mnjatuhkan pencukur kumis lalu terkena air dan trjd konsleting listrik

    eh..apa mungkin, kalo mantan suami marya ikut terlibat…?? hehee

    Like

  8. nimbrung ah..
    mungkin kode yg di laptop itu kode brankas ato yg sejenisnya. kalo modusnya harta, bisa jadi pelaku nodong minta kasih tau dimana harta korban disimpan (kalo di brankas, mungkin dia minta juga passwordnya)
    pelaku mecahin kaca supaya semua orang keluar dr tmpat masing2..

    analisis amburadul haha

    Like

  9. inspektur tau dirumah mati lampu karena dia ngeliat noda hangus di pinggiran bathtub. inget, Brian ngejatuhin mesin cukurnya, dan dia pake korek api buat penerangan waktu dia nyari mesin cukur itu. mungkiin..

    Eh ngapain si Brian mandi dingin2 gitu, palagi itu malem. apa dia abis dari luar trus badanya kotor (abis bebelokan haha) ??

    satu lagi analisis amburadul

    Like

  10. Fan, jujur aku ga bias mikir gimana caranya.. tapi Dari pada ga nyoba sama skali.. hahahah..
    Jadi aku paksain aja analisisku dengan banyak asumsi. Hehe..

    Melihat korban yang mati seketika, sulit membuktikan bahwa tulisan yang ada di laptop adalah dying message. Lagipula, korban ditusuk dileher bagian belakang, kemungkinan besar korban ditusuk dari belakang sehingga tidak akan sempat melihat siapa pelakunya.

    Dilihat dari situasi yang ada, sepertinya pelaku dibantu oleh seseorang. Karena tidak mungkin pelaku melakukan aksinya pada malam hari dan saat mati lampu sendirian.

    Kronologinya, seseorang yang membantu pelaku keluar rumah secara diam-diam. Karena udara diluar dingin, maka si pembantu pelaku ini telah mempersiapkan pakainnya agar badannya tidak terasa dingin yaitu dengan cara memakai blazer dan scarf. Kemudian si pembantu pelaku ini mencongkel jendela yang ada di ruang tengah dari luar lalu masuk kedalam ruang tengah melalui jendela tersebut. Setelah itu si pembantu pelaku memberi kode kepada pelaku untuk memadamakan listrik melalui korsleting alat elektronik. Lalu pelaku menjatuhkan pencukur kumis otomatis kedalam bath up agar terjadi korsleting dan listrik padam. Hal inilah yang didengar oleh Anna. Sesuatu terbuka adalah jendela, langkah adalah langkah pembantu pelaku dan suara khas adalah kode yang dibuat oleh si pembantu pelaku untuk pelaku.

    Sementara pembantu pelaku berjaga-jaga di ruang tengah, pelaku mendatangi korban dan langsung mengambil senjata untuk membunuh korban dari belakang. Senjata pelaku adalah pisau pembuka surat yang ada di jendela samping korban. Setelah itu barulah terjadi mati lampu total dari perusahaan power plant. Karena selama mati lampu sebagian tersebut cahaya yang digunakan pelaku adalah cahaya dari luar rumah atau cahaya dari rumah-rumah lain yang masih menyala maka saat mati lampu total pembantu pelaku panik karena dia tidak dapat melihat apapun dan tidak dapat keluar untuk menyalakan sekering kembali maka dia menyuruh seseorang untuk keluar dari rumah untuk menyalakan sekering yaitu ibunya sendiri karena takut ibunya mendatangi mereka dan melihat aksi mereka.

    Ruang kerja korban berantakan karena pelaku tidak begitu menguasai tata ketak dari ruang kerja tersebut karena hanya korban lah yang mengetahui tata letak ruang kerjanya. Sehingga saat mati lampu total, pelaku meraba-raba untuk bisa keluar dari ruang kerja korban.

    Jendela dibuka dari luar fungsinya adalah untuk membuktikan seperti ada penyusup, selain itu juga untuk memasukkan hawa dingin dari luar rumah ke dalam rumah. Sehingga udara di dalam rumah menjadi sangat dingin dan sama dengan udara diluar rumah.

    Setelah itu pembantu pelaku menyadari bahwa ibunya juga tidak akan menyalakan sekering karena sadar semua rumah juga mati lampu sehinga dengan cahaya seadanya pembantu pelaku keluar dari rumahnya melalui pintu di ruang tamu sesaat sebelum ibunya masuk melalui pintu dapur dan menyalakan sekering agar pada saat lampu menyala, lampu rumah mereka juga ikut menyala lalu masuk kembali ke ruang baca.

    Tidak lama kemudian lampu pun menyala, dan terdengar suara kaca pecah di dalam ruang kerja agar terlihat seperti ada orang yang kabur dari ruang kerja melalui jendela di ruang kerja tersebut. Lalu pelaku dan pembantu pelaku ikut pergi ke ruang kerja bersama anggota keluarga yang lain untuk melihat korban.

    Kaca di dalam ruang kerja pecah karena udara di dalam ruang kerja sangat dingin akibat jendela di ruang tengah dibuka, dan saat lampu menyala maka perapian yang ada di ruang kerja pun akan menyala pula sehingga kaca yang ada di ruang kerja dengan cepat memuai dan akan pecah dengan sendirinya. Seperti teori gelas akan pecah apabila diisi oleh air dingin dan setelah air dingin di buang segera diisi dengan air panas.

    Ya, menurut saya, pembantu pelakunya adalah Lista. Karena dia telah siap sedia blazer dan scarf agar tidak kedinginan diluar saat membuka jendela ruang tengah dari luar dan dia pula yang menyuruh ibunya untuk mengecek sekering.

    Dan pelakunya adalah Brian. Karena dialah yang menjatuhkan alat pemcukur kumis otomatis itu sehingga membuat korsleting alat elektronik dan karena semua anggota keluarga memang dapat melakukan pembunuhan tersebut tetapi tidak terdapat bercak darah pada semua anggota keluarga. Tetapi Brian apabila dia terkena bercak darah pun, dapat langsung di bersihkannya dengan air karena dia sedang mandi.

    Sekian Fan.. Trims.. 

    Like

    • Analisisnya keren..😀
      Hampir mendekati, tapi masih ada beberapa kelemahan..
      Pernah ngalamin korsleting listrik di rumah? Meskipun lampu tetangga masih nyala, ruangan di rumah tetap gelap gulita, kecuali tetangga punya lampu sorot yang mengarah langsung ke jendela rumah.
      Teori jendela pecah rasanya mustahil, plus perapiannya itu bukan model otomatis, but the classic one.
      Saat diinterogasi, Brian masih menggunakan Bathrobe. Jadi menurut analisismu, Brian pergi membunuh memakai bathrobe atau telanjang.
      Menurut kamu juga, Brian dengan sengaja menjatuhkan pencukur otomatisnya. Adakah bukti?
      Ketika Marya sampai di ruang tengah, semua anggota keluarga berdiri di depan pintu ruangan yang mereka diami.

      Like

  11. Kalo perapiannya klasik berarti selama mati lampu perapian itu tetep nyala. ato dinyalain sm pelaku, jadi kalo pelakunya Brian cocok sm bekas gosong di bathtub. bisa jadi wktu nyalain perapian dia ga sadar kalo ada bekas gosong yg nempel di badannya. trus bekas itu juga nempel di bathtub.

    Like

  12. Mungkin Brian juga nyembunyiin sesuatu di bathrobe yg dia pake. bisa jadi dia sebenernya ga lg mandi, dia cuma nyuci bekas darah korban, trus pake bathrobe biar kaya abis mandi. lagian kan udara lg dingin, kalo mandi bisa beku hehe

    Like

  13. Oh iya, inspektur juga tau kalo di rumah itu mati lampu karena adanya noda hangus itu, kalo mati lampu otomatis nodanya tdk terlihat. mesin cukur itu jatuh secara tidak sengaja, sehingga Brian mengulurkan tangan untuk mengambilnya, karena gelap dia tidak tau ada noda yg menempel di tangannya, sehingga noda itu juga menempel di bathtub.

    Like

  14. Itulah Fan. Makaya aku bilang aku pusing. Sebenernya aku sudah tau kalau jawaban aku salah makanya aku pakai banyak asumsi. Banyak banget yang berlawanan. Hebat teka –tekinya. Hahaaha..

    Bagaimana bisa pelaku menuju ruang kerja korban apabila tidak ada cahaya sama sekali?! Kalau untuk mengetahui letak korban, itu mudah karna laptop korban kan masih menyala tapi bagaimana bisa dia melihat jalan ke ruang kerja korban?!

    Teori kaca jendela yang pecah pasti langsung mentah kalau perapiannya klasik. Udah aku pikirin juga tapi asumsiku perapian itu ga klasik.

    Lalu aku juga sudah memikirkan masalah jatuhnya pencukur kumis otomatis itu, awalnya aku berpikir bahwa Brian tidak sengaja menjatuhkan alat pencukur kumis otomatis itu karena pada awalnya dia tidak menceritakannya kepada Detektif Henry dan mengira itu tidak berhubungan dengan kasus yang terjadi, artinya Brian tidak sengaja menjatuhkan alat pencukur kumis otomatis tersebut, dan kemungkinan alat pencukur kumis otomatis tersebut tersenggol oleh dia pada saat mandi dalam keadaan gelap (sedang mati lampu) Seharusnya apabila Brian menjatuhkan alat pencukur kumis tersebut pada saat lampu menyala, maka dia akan menceritakannya kepada Detektif Henry dan akan mengatakan mungkin kejadian itulah yang menyebabkan mati lampu. Tetapi pada kenyataannya ada bekas hangus pada pinggir bath up. Sehingga terlihat itulah penyebab korsleting listrik tersebut. Jadi aku mementahkannya.
    Lalu apa penyebab korsleting listrik itu yah?!

    Dalam Analisisku, Brian pada saat membunuh tidak telanjang ataupun memakai bathrobe, tetapi memakai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya saja (telanjang dada).

    Hmmm.. Didepan kamar masing-masing yah?? Berarti Marya yang datang terakhir yah??

    Hai Egiegoo.. Salam Kenal..
    Masalah darimana Inspektur Roland tahu kalau ada mati listrik, sebenarnya aku berpikir kalau Inspektur Roland mengetahuinya karena mungkin jam digital yang ada pada home theatre tidak sesuai dan terlihat mereset ke awal, tetapi itu menurutku adalah asumsi yang sangat memaksa karena Irfan tidak menerangkan lebih jauh tentang home theatre tersebut.

    Okee Fan, aku coba lagi nanti. Ga sabar mau tau kejadian yang sebenernya. Hehe..

    Trims. ^^

    Like

    • iya salam kenal juga. just call me egi🙂
      maaf deh, saya kan amatir bgt, gak bisa mikir jauh.😀
      Analisis mas kemal bagus bgt btw.

      Like

  15. Maaf,
    ~Orang itu biasanya cukur dulu atau mandi dulu?
    ~Rusaknya pembangkit listrik itu disebabkan karena apa? (ga pernah belajar ilmu kelistrikan jadi ga tau mati lampu itu sebabnya apa saja)
    ~Ruangan Carlos dan Anna yg ditandai huruf apa?
    ~Jendela di ruangan korban cuma pecah atau sekalian terbuka?

    terimakasih

    Like

    • Hmm, tidak tahu.. tergantung orangnya (belum pernah cukur)..
      Kalo dilihat dari cerita dan analisis temen yg lain kira kira kenapa?
      Kamar masing-masing ditandai inisial nama pertama mereka..
      terbuka, dan juga pecah..

      Like

  16. kira2 mungkin g ya, kalo pecahnya kaca jendela itu ada hubungannya sama alat pencukur otomatisnya…?
    kacanya dipecahin buat mancing seluruh anggota keluarga keluar dr ruang masing2 untuk cari tau apa yg terjd, sekaligus untuk menyempurnakan alibi pelaku…

    Like

  17. pingin memastikan aja…waktu korban ditemukan bagaimana keadaan jendela kacanya, apakah terbuka dan kacanya pecah, atau tertutup dan kacanya pecah?
    trus, apakah di ruang kerja korban juga ada pemanas ruangannya….?

    Like

  18. belum dikasih tau jawaban sebenarnya yaa..
    sepertinya aku menyerah aja… semakin aku pikirin semakin g nyambung imajinasinya😀
    aku nunggu jawaban yang bener aja deeh.. ^^v

    Like

  19. Pingback: Case Closed : Teka teki Detektif (37) | Black or White?

  20. Halo.. gw adhy07.. hehhehe.. wah, akhirnya ksus u dipost. heeheh thanks. nampaknya ceritanya diubah lebih ke cluenya ya kak.. hehhe.. makin rumit kelihatnnya😀.. maaf telat koment.. emailnya kak inur baru gw baca soalnya

    Like

    • hehe, maaf ya kasusnya diubah..
      sebenernya ide ngerubah kasus itu diilhami dari denah rumah di teka teki yg kamu kirim. tiba tiba ga sengaja kepikir ide konspirasi dari tiga penghuni rumah, Carlos, Brian, Lista.
      makasih kasusnya.. ^^

      Like

  21. Sorry telat komen tapi meski boleh atau ridak, atau mungkin sudah terjawab kenapa tidak saya beri analisi saya yang acak acakan.
    Saya fikir pembunuhnya ialah Carlos karena ialah yang berada dekat dengan ruangan korban terbunuh dimana pembunuhan terjadi saat listrik mati. Iamengancam membunuk untuk meminta password atm korban dengan menuliskannya di laptop korban sebelum korban di tikam. Ia panik ketika listrik menyala dan memecahkan kaca yg masih terbuka agar dikira pembunuh lari lewat jendela saat itu dan segera menuju depan pintu kamarnya tanpa menghapus tulisan di laptop korban.
    Namun mungkin yg terjadi pada Brian saat sebelum listrik mati dia berada di ruang korban terbunuh lalu dia keluar lewat jendela dan membiarkan jendela terbuka.Lalu dia mencoba masuk lewat jendela dengan mencukilnya. Namun dia kesusahan dan meminta tolong lista yg saat itu siaga di antara ruang tamu, tengan, dan baca. Lalu Brian masuk dan menuju kamar mandi mengganti pakaiannya dengan bathrobe namun saat ia mennganti pakaian listrik padam dan membuatnya panik sehingga dia menjatuhkan alat cukurnya dan menyalakan api untuk penerangan serta membuat basah kamar mandi agar dia mempunyai alibi dia sedang mandi. Dan alat pencukur baru yg dibeli Brian membuktikan bahwa orang dalam lah pelakunya karna dia sendiri penganguran dan ayahnya pun pelit apa mungkin dia menbeli alat pencukur otomatis dengan mudah sedangkan mereka butuh biaya untuk anna sakit.
    Nah itulah analisi saya karena waktu pembunuhan tidak berbarengan dengan adanya seseorang masuk lewat jendela yang mana itu mematahkan anggapan bahwa orang yg masuk lah pembunuhnya.
    Thanks, sorry bila kurang tepat apalagi salah…

    Like

    • Terima kasih sudah mencoba teka tekinya. ^^
      Analisisnya diterima, untuk jawaban pastinya silahkan lihat di postingan case closed : teka teki detektif 37. coba kasus lainnya juga ya.😀

      Like

  22. kalo masalah kenapa brian berada d ruang tkp mungkin dia membantu mencari barang berharga dan mungkin atm korban…
    D samping korban d todong pisau dan d tutup mulutnya…

    Like

  23. kalo masalah kenapa brian berada d ruang tkp mungkin dia membantu mencari barang berharga dan mungkin atm korban…
    D samping korban d todong pisau dan d tutup mulutnya..
    Thnks..

    Like

Your Opinion

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s