Misteri Kematian Marilyn Monroe


Oleh ANTHONY McCARTNEY | Associated Press

Lima puluh tahun belum menyurutkan kecurigaan kelompok yang skeptis atas kematian Marilyn Monroe pada usia 36, tetapi ada kemajuan teknologi dalam dekade-dekade tersebut yang bisa mengubah hasil investigasi ulang kasus tersebut. Tentu saja jika kasus tersebut dibuka lagi.

DNA, pencatatan elektronik yang lebih canggih, bank data obat-obatan serta kemajuan teknologi lain bisa membantu para penyelidik untuk mendapat informasi lebih dari yang mereka dapatkan pada 5 Agustus 1962, saat kematian Marilyn Monroe, tepat 50 tahun lalu.

Apakah alat-alat itu bisa merujuk ke kesimpulan yang berbeda masih menjadi pertanyaan. Saat ini, kesimpulan akhir kematian Monroe adalah keracunan barbiturat akibat bunuh diri.

“Kabar baiknya adalah kita sudah lebih maju dari 50 tahun lalu,” kata Max Houck, konsultan forensik dan penulis “The Science of Crime Scenes.” “Kabar buruknya, kita masih berusaha menaruh teknologi ini dalam konteks yang sesuai,” kata dia.
Continue reading