Kasus Penculikan Lindbergh


Hei semuanya, gue nemu artikel bagus nih.. Isinya tentang keberhasilan ilmu forensik dalam memecahkan kasus.. Wah, penasaran gak? Yuk kita lihat TKP (crime scene).. ^^

Siapa yang tidak kenal Charles Lindbergh ? dia adalah pilot pesawat Amerika Serikat yang terkenal karena ia pilot pertama yang terbang solo (sendiri) dan tanpa henti menyeberangi Samudera Atlantik. Ia terbang dari Roosevelt Airfield (Nassau County, Long Island), New York, AS ke Paris, Prancis pada 20 Mei-21 Mei 1927 selama 33,5 jam dalam pesawat mesin tunggalnya The Spirit of St. Louis.
Namun cerita ini bukan mengenai kejadian Lindbergh melainkan mengenai putranya yang masih bayi Lindhbergh Junior yang diculik dari rumahnya di New Jersey pada 1 Maret 1932, penculik bayi ini hanya meninggalkan sedikit jejak di TKP. Pencarian Barang bukti di sekitar TKP hanya menemukan sebuah tangga kayu yang digunakan untuk mencapai kamar anak, sebuah pahat untuk membuka jendela, jejak sepatu yang berlumpur, dan secarik kertas permintaan tebusan.

Lindbergh memilih untuk mengikuti kemauan penculik dengan menyerahkan uang sebanyak usd 50.000 kepada seseorang laki laki yang beraksen Jerman yang menjanjikan anaknya dalam keadaan selamat dan sekarang berada dalam sebuah kapal yang tertambat di tepi pantai.

Tidak ada jejak dari anak tersebut sampai dua bulan kemudian ditemukan tidak bernyawa di sebuah hutan hanya terletak 3 km dari rumahnya. Hasil Otopsi mengatakan anak tersebut tewas karena pukulan keras di kepala, kemungkinan besar pada saat penculikan. Polisi kemudian memanggil seorang ahli kehutanan bernama Arthur Koehler untuk menemukan jenis kayu yang digunakan sebagai tangga yang ditemukan di TKP, Koehler menemukan bawa ada 4 jenis kayu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat tangga: Kayu Cemara jenis North Carolina, Kayu cemara jenis Douglas, Kayu pohon Ponderosa dan Birch. Ada banyak tanda pada kayu tersebut yang merupakan ciri khusus pabrik pemotongan kayu, yang sepertinya kayu tersebut khusus dibuat dan di press untuk membuat tangga. Polisi kemudian mengirimkan surat kepada 1500 pabrik pengolahan kayu di seluruh Amerika untuk mencari jejak sumber kayu cemara North Carolina, dan akhirnya sebuah perusahaan kayu di South Carolina memberi jawaban bahwa mesin penyerut kayu miliknya mempunyai bekas penyerutan yang sangat mirip dengan apa yang terdapat pada tangga kayu tersebut.

Pabrik kayu tersebut ternyata telah mengirimkan 46 kali pengiriman dari 1/4 stok kayu cemara North Carolina nya ke daerah timur Amerika. Polisi kemudian mendatangi setiap alamat pengiriman yang memakan waktu selama 3 tahun sampai mereka menemukan sebuah perusahaan bernama “National Lumber and Milwork Company” di daerah Bronx, dan mereka mendapat sedikit keberuntungan dengan menemukan tempat penyimpanan kayu, kayu yang disimpan adalah berjenis cemara North Carolina, dan sangat persis dengan bahan tangga kayu yang ditemukan di TKP.

Sayangnya perusahaan menjual bahan kayu tersebut hanya “cash and carry” dan mereka tidak mempunyai data mengenai siapa yang pernah membeli kayu tersebut, sehingga penyelidikan tersebut terhenti disini untuk sementara waktu.

Kemudian hasil penyelidikan lain ditemukan seorang tersangka di daerah Bronx yang teridentifikasi dengan tulisan permintaan tebusan, tulisan ini terlacak berasal dari seorang kelahiran jerman bernama Bruno Richard Hauptmann, dan pada saat polisi menggeledah rumahnya mereka menemukan Usd 14.000 sisa uang tebusan.

Pada saat Pemeriksaan polisi Hauptmann bersikeras uang itu diperoleh dari seorang temannya di Jerman yang meninggal karena penyakit TBC, meskipun demikian Koehlerberhasil menunjukkan bahwa alat serut yang ditemukan di garasi rumah Hauptmann digunakan untuk menghaluskan kayu yang digunakan pada tangga, demikian juga lantai kayu yang hilang pada loteng rumah Hauptmann digunakan untuk pegangan tangga kayu yang ditemukan pada TKP, terlihat juga ada kesamaan dari bekas gergajian dan lobang paku pada tangga dengan lantai kayu yang terdapat di loteng rumah. Berdasarkan analisa pola pada kayu pada pegangan tangga dan kayu pada lantai berasal dari satu kayu yang sama.

Dalam persidangan selanjutnya Hauptmann dinyatakan bersalah oleh Juri dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik pada bulan April 1936, Hauptmann sampai akhir tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.

Walaupun ada keraguan dalam beberapa aspek pembuktian pada persidangan, banyak yang percaya bahwa bukti Forensik yang dilakukan oleh Koehler tidak bisa terbantahkan dalam persidangan. Hebat kan ? Ternyata dari sebuah bukti tangga kayu di TKP bisa menangkap seorang penculik dan pembunuh putra Lindberg.

Sumber : http://hukum.kompasiana.com/2011/02/18/cerita-seru-seputar-ilmu-forensik-3-penculikan-lindbergh/

Your Opinion

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s